Penilaian Kualitas & Harga Permata

Setiap Batu permata memiliki kualitas yang berbeda satu dengan lainnya walaupun dalam satu jenis varietas yang sama , tetapi  belum tentu sama dalam aspek penilaian grading –nya . Banyak kita lihat di market , misalnya untuk sapphire dengan berat yang sama 3 carat , tetapi mungkin yang satunya hanya harga 2juta sedangkan yang satu lagi di harga 15juta. Yah inilah yang sangat membingungkan para pemula di dunia permata, tetapi ini juga kenyataannya bahwa harga sebuah permata dipengaruhi oleh banyak aspek lainnya.
 
Penilaian sebuah kualitas permata, sama seperti halnya Berlian yang dikenal sebagai 4C yaitu Carat, Clarity, Colour, dan Cutting. Penilaian tambahan lainnya yaitu Fenomena pada gemstone yang memiliki Star asterism atau Cat’e Eye dan Rarity atau aspek kelangkaannya. Ini semua turut mempengaruhi harga sebuah permata. Memang dalam pasar permata, sering kita mendengar bahwa permata tidak ada harga pasarannya, semua didasarkan atas Deal suka sama suka. Tapi kenyataannya ada Penilaian yang bisa menentukan harga yang pantas untuk sebuah permata sehingga kita bisa mengerti kenapa sebagian permata dijual sangat murah, sedangkan lainnya dijual sangat mahal. Disini akan dijelaskan masing-masing aspek yang berpengaruh besar dalam harga jual sebuah permata.
  1. Carat ( Berat/Ukuran ) 
    Carat merupakan ukuran berat untuk sebuah permata, semakin berat carat sebuah permata maka semakin besar juga ukuran nya . Batu permata dengan ukuran yang lebih besar dinilai lebih berharga dari ukuran yang kecil, karena lebih langka mendapatkan size yang besar daripada yang kecil dari alam. Namun untuk ukuran yang kecil tetapi memiliki kualitas lainnya yang sempurna juga akan memiliki value yang  tinggi bahkan bisa lebih tinggi dari yang ukuran besar,  tetapi jika minus di clarity, colour,dan cut maka harganya juga belum tentu bisa tinggi. Oleh karena itu penilaian di size juga harus dibarengi dengan aspek lainnya.
  2. Clarity ( Kejernihan/Tingkat Bersih )
    Clarity merupakan tingkat kebersihan atau kejernihan sebuah batu permata, di berlian grading ini dibagi menjadi  IF,VVS1,VVS2,VS1,VS2,I1,I2, dst . Penilaian di permata ada sedikit berbeda dengan berlian, karena permata hampir semua memiliki inclusi alam yang merupakan tanda alam sebuah permata. Sebagian jenis permata memang memiliki tingkat clarity yang sangat bersih VVS seperti Quartz,Topaz,dll , namun ada juga permata yang hampir tidak ditemukan yang VVS, kalau ada juga sangat langka seperti halnya Emerald. Tingkat kejernihan merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi sebuah permata, Permata dengan kualitas kejernihan yang baik akan memantulkan luster yang bagus, walaupun tidak memiliki size yang besar tetapi apabila clarity sebuah permata sangat baik, maka harganya juga akan lebih bagus.
  3. Colour ( Warna )
    Colour atau warna sebuah permata merupakan aspek penting dalam keindahan permata. Dengan adanya warna warni dalam dunia permata menjadikan sebuah permata itu sangat istimewa dan unik, warna dihasilkan dari alam dengan kandungan alami di dalam permata tersebut. Saturasi warna yang baik pada sebuah permata akan memberikan keindahan yang sempurna. Namun untuk mendapatkan warna yang baik amatlah langka, oleh karena itu permata dengan warna yang sempurna atau warna terbaik yang dikenal sebagai istilah “vivid” amatlah dicari pada kolektor karena kelangkaannya. Warna sebuah permata harus dibarengi dengan clarity dan cut yang baik ,apabila warna baik namun clarity dan cut tidak mendukung maka itu berpengaruh terhadap harga jual sebuah permata.
     
  4. Cutting ( Potongan / Bentuk )
    Cutting merupakan potongan atau Bentuk sebuah permata  yang dari bahan mentah di cut hingga menjadi permata yang siap dijadikan perhiasan. Bentuk ini dibagi menjadi dua apakah dia berbentuk Faceted ( Cutting ) atau Chabochon . Proporsional  dan simetris sebuah Cutting sangat berpengaruh terhadap harga dan penilaian sebuah permata. Baik mau cutting berbentuk Faceted ataupun Chabochon , yang penting proporsional nya dan simetrisnya bagus maka akan memberikan satu nilai tambah dalam value sebuah permata. Karena tanpa cutting yang baik, sebuah permata tidak akan mampu mengeluarkan keindahannya yang maksimal. Dan proses Cut sebuah permata juga dibutuhkan keahlian khusus yang tidaklah mudah. Sebuah permata dengan Cutting yang indah, akan memberikan luster dan kilau yang maksimal dan akan dijual dengan harga yang jauh lebih baik dari cutting yang umum.
  5. Phenomena ( fenomena Unik )
    Phenomena Pada Permata merupakan keunikan alam yang terjadi dimana cahaya yang masuk ke dalam batu permata direflesikan oleh inclusi dan struktur alami di dalam permata sehingga menghasilkan keindahan dan keunikan tersendiri . Fenomena Pada batu permata merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi harga dalam permata, tentu saja harus dibarengi dengan kualitas batu permata itu sendiri juga . Keindahan Batu permata dalam segi  fenomena ini sangat digemari oleh banyak Kolektor seperti Cats eye Chrysoberyl , Change Colour Aleandrite , Star Ruby, dll. Phenomena yang kita kenal di dunia permata dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya :
    • Asterism (Star) : disebabkan oleh pemantulan sinar pada serat serat halus yang berbentuk seperti jarum yang disebut rutiles pada batu permata sehingga saat sinar memantul menampakan garis garis bersilang.
    • Chatoyancy (Cat's eye) : disebabkan olehpemantulan sinar pada serat serat halus yang berbentuk pipa pipa sangat halus dan sejajar.
    • Adularsence : adalah pemantulan sinar yang berpindah pindah disebabkan oleh ketidakrataan struktur batu sehingga sinar menyebar.
    • Adventuresence : adalah pemantulan sinar pada serpihan serpihan halus didalam batu, yang mengakibatkan pemantulan sinar tidak merata seperti titik titik pasir.
    • Labradorescence : pancaran sinar yang terlihat dari sudut pandang tertentu yang disebabkan oleh terganggunya jalan sinar saat memasuki struktur batu yang berlapis.
    • Play of color : penampilan warna warni yang bergerak pada batu opal yang disebabkan oleh butiran butiran microskopis silica yang menebarkan warna pelangi.
    • Orient : pemunculan warna pelangi pada permukaan mutiara yang disebabkan oleh lewatnya sinar melalui lapisan lapisan nacre.
    • Iridescence : permainan warna warni yang berunah karena jalur cahaya yang terganggu.
    • Color change : perubahan warna pada batu yang terjadi pada sumber cahaya berwarna putih diganti sumber cahaya berwarna merah seperti lampu pijar.
  6. Rarity ( Kelangkaan )
    Rarity atau Kelangkaan merupakan salah satu aspek yang cukup mempengaruhi sebuah permata. Permata yang indah dan sempurna tentunya sudah pasti langka, namun permata  yang langka belum tentu semuanya  indah secara fisik. Ada beberapa permata yang langka karena memiliki keunikan yang alami, seperti Pictoral Gambar pada Agate, atau Multi-colour pada permata tertentu seperti Watermelon tourmaline , juga Pola pertumbuhan kristal yang membentuk seperti bintang dikenal sebagai Trapiche pada sapphire, emerald, Ruby, dan spinel .
    Ada juga inclusi yang sangat langka dan mahal seperti horsetail inclusion pada demantoid garnet. Beberapa diatas merupakan keunikan alam yang mempengaruhi harga sebuah permata karena kelangkaannya. Selain itu kelangkaan pada mineral dan permata tertentu juga menjadikan nya diburu para kolektor, walau sangat kecil dan bentuk masih rough tetapi memiliki Value yang tinggi bagi para kolektor seperti uvarovite garnet yang hanya ditemukan di pegunungan ural russia, atau red Emerald bixbite dari Utah,USA , dan mineral langka lainnya seperti jeremejevite,Taffeite,Basnasite,dll.